Isnin, 1 September 2014



Asap beracun
 


Apa yang kau rasa
Panas,sesak yang kau rasa
Entah apa yg terjadi
Kabut beracun disana-sini

               Malangnya lingkungan ini
               Kini telah teracuni
               Aku tak tau lagi apa yang terjadi nanti
               Apa semua akan mati


Ide       : imajinasi sendiri
Inspirasi : imajinasi sendiri


Teks anekdot
“Pejabat dan Petani”

Pada suatu hari disuatu desa yang bernama Desa Suka Duka , ada seorang pemuda yang bernama Joko , dan seorang pejabat desa yang bernama Bowo. Mereka bersaing merebut kursi kepala desa dalam pemilihan kepada desa di desa Suka Duka tersebut. Joko ini adalah seorang petani yang sederhana , dan memiliki keluarga yang harmonis , sedangkan Bowo ini adalah seorang pejabat lama yang sudah akan pensiun namun ia masih ingin berkuasa. Bowo ini memiliki rumah mewah yang berbeda dengan warga desa lainnya , mobil mewah , dan gaya hidup yang mahal. Awal cerita dimulai saat Joko dan Bowo bertemu di balai desa untuk mendaftarkan diri untuk menjadi calon kepala desa.
Bowo  : “Hai Joko , ternyata kau mencalonkan diri menjadi kepala desa juga ya ?”
Joko    : ”Ohh iya , aku hanya ingin membawa desa ini lebih maju , sejahtera , dan lebih memunculkan potensi desa kita , tidak seperti kepala desa yang lama itu , kerjanya hanya tidur saja …”


Top of Form

Nama: Stefanus Bambang P.
Kelas: X TIK
No     : 31


Negri  terang dan gelap.

Negriku negri hukum
Keadilan di tegakkan dimana-mana
Para tuan yang memakai jubah yang berwarna
Memukul palu ke meja sebagai pemutusan
Tak ada yang bisa menggugat keputusannya
Yang bengkok di luruskan, yang lurus dibenkokan
Begitulah peradilanku
Peradilan yang paling adil dari semua peradilan yang ada…


Gelap tidak dapat di satukan dengan terang.

Terimakasih yang sudah membaca nya. Yang mengasih nilai dan mengkritik.


Nama : Stefanus Bambang P.

Kelas : X TIK
No      :31

Bersama teman lama.
Pada suatu hari Stefan dengan prima. Sedang bermain playstation (PS).
Stefan: Hai… Prima.
Prima: Hai… kamu main berapa jam.
Stefan: Aku main 2 jam. Kalo kamu…
Prima: main 1 jam aja.


LUDAH YANG KERING
Lihatlah
Masih adakah hati yang berisi ?
Ketika logika sudah berbau terasi
Ketika nurani kian tererosi
Di kilatan hujan pesona yang tak kunjung basi

Lihatlah
Dendangan birokrat dan wakil berdasi
Penuh kegiatan sinetron mengejar kursi
Ketika tikus sibuk pesta korupsi


NARASI
           
Pada suatu hari ada seorang guru yang baru selesai menerangkan dan ada satu murid yang bertanya

Andi: buk, “apakah 1 ditabah 1 sama dengan 11” ?
guru: bukan, tapi 1 tambah 1 sama dengan 2.
Andi: kata si anggan nya 1 tambah 1  sebelas bu!
Guru: angga, kenpa 1 ditambah 1 sebelas ?
Angga: emng sebelas kan bu ?



PUISI TEXT ANEKDOT
Judul:SANDAL
Aku selalu setia menemani tiap langkahmu
Aku selalu teguh menopang berat tubuhmu
Aku selalu tabah kalau kau tak memerlukanku
Tak peduli kuterbuang, terbalik, atau terjepit kaki lemari
Karena aku adalah sandalmu sejati
Judul:PERHATIAN
Aku Cowok,dia cewek
Aku mengenalnya,dia mengenalku
Aku naksir padanya dan bertanya
“Maukah kamu jadi calon istriku?”
Dia mengangguk tanda setuju
“Tapi ada syaratnya,”kata dia



PUISI:
KORUPTOR
Indonesiaku……
Dulu engkau negri yang sangat kaya seperti sebuah surga
Tetapi itu hanya kenangan di dalam hati bangsa ini
Karena kekayaaanmu hanyalah kenangan belaka yang tidak bearti

Koruptor-koruptor itu sedang menikmati uang Negara
Mereka sangat rakus seperti tikus-tikus yang lepas berkeliaran
Meskipun satu di tangkap muncul lagi yang baru
Karoptor-karoptor ini seperti hama  yang muncul tiada akhir