Ide : imajinasi sendiri
Inspirasi :
imajinasi sendiri
Teks
anekdot
“Pejabat
dan Petani”
Pada
suatu hari disuatu desa yang bernama Desa Suka Duka , ada seorang pemuda yang
bernama Joko , dan seorang pejabat desa yang bernama Bowo. Mereka bersaing merebut
kursi kepala desa dalam pemilihan kepada desa di desa Suka Duka tersebut. Joko
ini adalah seorang petani yang sederhana , dan memiliki keluarga yang harmonis
, sedangkan Bowo ini adalah seorang pejabat lama yang sudah akan pensiun namun
ia masih ingin berkuasa. Bowo ini memiliki rumah mewah yang berbeda dengan
warga desa lainnya , mobil mewah , dan gaya hidup yang mahal. Awal cerita
dimulai saat Joko dan Bowo bertemu di balai desa untuk mendaftarkan diri untuk
menjadi calon kepala desa.
Bowo : “Hai
Joko , ternyata kau mencalonkan diri menjadi kepala desa juga ya ?”
Joko : ”Ohh
iya , aku hanya ingin membawa desa ini lebih maju , sejahtera , dan lebih
memunculkan potensi desa kita , tidak seperti kepala desa yang lama itu ,
kerjanya hanya tidur saja …”
Bowo : “Sudahlah
terserahmu saja , aku tidak peduli , kau itu tak usah banyak omong , aku tau
sebenarnya kau ingin jadi kaya dan berkuasa kan ? tak usah menutupinya … ”
Joko :
“Bukan waktunya untuk membicarakan itu disini , aku hanya ingin membuat desa ini
lebih maju , bukannya untuk berkuasa…”
Bowo : “Hahahahaha
kau memang munafik , dasar anak petani!!!”
Joko : ”Sudahlah
, kau hanya bisa menghina rakyat kecil.(sambil berjalan kearah pintu keluar)”
Saat hari pemilihan , Joko pun
unggul dari Bowo , namun Bowo tidak terima , dia pun meminta pemilihan diulang
sambil mencaci-maki Joko.
Bowo :
“Hei kau anak petani , apa yang kau lakukan sehingga petani seperti kau unggul
dalam pemilihan ini ?(sambil menunjuk-nunjuk Joko)”
Joko : “Aku tidak
melakukan apapun , mungkin rakyat desa sudah tau tentang kau dan kebiasaan mu
yang mewah itu , mungkin warga kita hanya ingin pemimpin yang merakyat dan
mengerti rakyat…”
Bowo : “Atau
kau menyuap panitia dengan sayur dan buah-buahan ? hahahahahaha , benar-benar
lucu .. (sambil tertawa terbahak-bahak)”
Joko : “Aku
sama-sekali tidak melakuan itu , atau suap apapun…”
Bowo :
“Jadi , kau memang benar-benar menang murni ? aku benar-benar rugi besar ,
karena telah mengeluarkan banyak uang
untuk kampanye dan lain-lain (sambil menutup mulutnya sendiri )”
Joko : “Menggunakan
cara curang , tidak akan pernah menang , lebih baik apaadanya , dan tidak
banyak berbicara saja…”
Bowo pun ditahan oleh polisi karena
sudah terbukti menggunakan cara curang dalam pemilihan , sedangkan Joko
sekarang sudah menjabat sebagai kepala desa Suka Duka. Keadaan desa pun kembali
harmonis dan berjaya kembali.
Kampanye
Pemilihan
Kepala Desa akan dimulai
Para calon
berusaha menmperkenalkan diri
Tak jarang
juga menebar janji
Di
lapangan masyarakat dikumpulkan
Disuguhi
berbagai macam hiburan
Puncak
acara calon naik ke panggung
Akan
berkampanye secara langsung
Jika dia
terpilih nanti
Dia akan
memperbaiki jalan dan membangun jembatan
Begitulah
dia berjanji
Disusul
tepuk tangan para simpatisan
Dari pojok
lapangan
Ada orang
berteriak lantang
“Jika desa
kita tidak ada sungai, mengapa membangun jembatan?”
Disusul anggukan
semua orang
Sang calon
kebingungan
Dia coba
mencari alasan
“Bagaimana
jika kita membangun jembatan sekaligus membuat sungai sekalian?”
Semua
orang setuju
Kampanye
tetap berlanjut dengan seru
0 ulasan:
Catat Ulasan