Isnin, 1 September 2014



Ide       : imajinasi sendiri
Inspirasi : imajinasi sendiri


Teks anekdot
“Pejabat dan Petani”

Pada suatu hari disuatu desa yang bernama Desa Suka Duka , ada seorang pemuda yang bernama Joko , dan seorang pejabat desa yang bernama Bowo. Mereka bersaing merebut kursi kepala desa dalam pemilihan kepada desa di desa Suka Duka tersebut. Joko ini adalah seorang petani yang sederhana , dan memiliki keluarga yang harmonis , sedangkan Bowo ini adalah seorang pejabat lama yang sudah akan pensiun namun ia masih ingin berkuasa. Bowo ini memiliki rumah mewah yang berbeda dengan warga desa lainnya , mobil mewah , dan gaya hidup yang mahal. Awal cerita dimulai saat Joko dan Bowo bertemu di balai desa untuk mendaftarkan diri untuk menjadi calon kepala desa.
Bowo  : “Hai Joko , ternyata kau mencalonkan diri menjadi kepala desa juga ya ?”
Joko    : ”Ohh iya , aku hanya ingin membawa desa ini lebih maju , sejahtera , dan lebih memunculkan potensi desa kita , tidak seperti kepala desa yang lama itu , kerjanya hanya tidur saja …”
Bowo  : “Sudahlah terserahmu saja , aku tidak peduli , kau itu tak usah banyak omong , aku tau sebenarnya kau ingin jadi kaya dan berkuasa kan ? tak usah menutupinya … ”
Joko    : “Bukan waktunya untuk membicarakan itu disini , aku hanya ingin membuat desa ini lebih maju , bukannya untuk berkuasa…”
Bowo  : “Hahahahaha kau memang munafik , dasar anak petani!!!”
Joko    : ”Sudahlah , kau hanya bisa menghina rakyat kecil.(sambil berjalan kearah pintu keluar)”
            Saat hari pemilihan , Joko pun unggul dari Bowo , namun Bowo tidak terima , dia pun meminta pemilihan diulang sambil mencaci-maki Joko.
Bowo  : “Hei kau anak petani , apa yang kau lakukan sehingga petani seperti kau unggul dalam pemilihan ini ?(sambil menunjuk-nunjuk Joko)”
Joko : “Aku tidak melakukan apapun , mungkin rakyat desa sudah tau tentang kau dan kebiasaan mu yang mewah itu , mungkin warga kita hanya ingin pemimpin yang merakyat dan mengerti rakyat…”
Bowo  : “Atau kau menyuap panitia dengan sayur dan buah-buahan ? hahahahahaha , benar-benar lucu .. (sambil tertawa terbahak-bahak)”
Joko    : “Aku sama-sekali tidak melakuan itu , atau suap apapun…”
Bowo  : “Jadi , kau memang benar-benar menang murni ? aku benar-benar rugi besar , karena telah  mengeluarkan banyak uang untuk kampanye dan lain-lain (sambil menutup mulutnya sendiri )”
Joko    : “Menggunakan cara curang , tidak akan pernah menang , lebih baik apaadanya , dan tidak banyak berbicara saja…”
            Bowo pun ditahan oleh polisi karena sudah terbukti menggunakan cara curang dalam pemilihan , sedangkan Joko sekarang sudah menjabat sebagai kepala desa Suka Duka. Keadaan desa pun kembali harmonis dan berjaya kembali.



Kampanye

Pemilihan Kepala Desa akan dimulai
Para calon berusaha menmperkenalkan diri
Tak jarang juga menebar janji

Di lapangan masyarakat dikumpulkan
Disuguhi berbagai macam hiburan
Puncak acara calon naik ke panggung
Akan berkampanye secara langsung

Jika dia terpilih nanti
Dia akan memperbaiki jalan dan membangun jembatan
Begitulah dia berjanji
Disusul tepuk tangan para simpatisan

Dari pojok lapangan
Ada orang berteriak lantang
“Jika desa kita tidak ada sungai, mengapa membangun jembatan?”
Disusul anggukan semua orang

Sang calon kebingungan
Dia coba mencari alasan
“Bagaimana jika kita membangun jembatan sekaligus membuat sungai sekalian?”

Semua orang setuju
Kampanye tetap berlanjut dengan seru

 



0 ulasan:

Catat Ulasan