Isnin, 1 September 2014



Asap beracun
 


Apa yang kau rasa
Panas,sesak yang kau rasa
Entah apa yg terjadi
Kabut beracun disana-sini

               Malangnya lingkungan ini
               Kini telah teracuni
               Aku tak tau lagi apa yang terjadi nanti
               Apa semua akan mati

Disini racun
Disana racun
Apa yang kau hirup racun
Apa asap ini asap racun

              Si hijau itu sudah rusak
              Dan asap racun terus menyerang
              Apa pahlwan hijau kita sudah mati
              Lalu siapa yang mengusirnya


Inspirasi : Dari ceritafiktifbelaka
Ide          : Karangansendiri
TeksAnekdot
Padasuatuharidisebuahdesa,adaseorangpreman yang jahat yang tidakpunyahati,Suatuharipremanitubertemudenganseorangpedagangbakso,waktuhariitupedagangbaksobertemuseorangpreman di jembatanatardesa
Preman           : “Heikamu orang tua yang membawagrobakbakso, siapa yang mengizinkankamumelewatijembatanini”.
Pedagang       :”sayahanyainginberjualandidesasebranguntukmencaripenghasilanbuatanakdanistrisaya”.

Preman           :”TIDAK BOLEH!!! Initempatpenguasaansaya “Jikakamuinginmelewatijembatanini .kamuharusmembayarhasildagangankamusemuakesaya.
Pedagang       :ApakahsayaharusmembayaruangdagangansayakeAnda, jikasayamembayaruanghasildagangansaya, makaanakdanistrisayamakanapa ?”
Preman           :”ituurusan mu!!! Bukanurusanku (sambiltertawaberbahak-bahak)
Pedagang       :”Jikaandainginmengejekkeluargasaya, makanjanganlahsepertiinicaranya”,
Preman           :”Emangkalausayamengejekkeluargakamu, kamumaungelawansaya ?”
Pedagang       :”sayatidaksukakekerasan, lebihbaiksayatidakberjualan di desasebrang”.
Preman           :”YA! Baguskalaukamumaupergi, pergisajadarijembatanini, jualanlah di tampat lain”.
Pedagang       :”YasayajugatidakinginmelihattampangPremansepertianda yang Sokberpenguasa” (jawabdaripedagangbaksoitu)
            Lalupedagangbaksoitupergidengangerobakbaksonya, danmeninggalkanPremanitudengan rasa kesal.
 



0 ulasan:

Catat Ulasan