Asap
beracun
Apa yang kau rasa
Panas,sesak yang kau rasa
Entah apa yg terjadi
Kabut beracun disana-sini
Malangnya lingkungan ini
Kini
telah teracuni
Aku
tak tau lagi apa yang terjadi nanti
Disini racun
Disana racun
Apa yang kau hirup racun
Apa asap ini asap racun
Si
hijau itu sudah rusak
Dan
asap racun terus menyerang
Apa
pahlwan hijau kita sudah mati
Lalu siapa yang mengusirnya
Inspirasi : Dari
ceritafiktifbelaka
Ide
: Karangansendiri
TeksAnekdot
Padasuatuharidisebuahdesa,adaseorangpreman
yang jahat yang tidakpunyahati,Suatuharipremanitubertemudenganseorangpedagangbakso,waktuhariitupedagangbaksobertemuseorangpreman
di jembatanatardesa
Preman : “Heikamu orang tua yang
membawagrobakbakso, siapa yang mengizinkankamumelewatijembatanini”.
Pedagang :”sayahanyainginberjualandidesasebranguntukmencaripenghasilanbuatanakdanistrisaya”.
Preman :”TIDAK BOLEH!!!
Initempatpenguasaansaya “Jikakamuinginmelewatijembatanini
.kamuharusmembayarhasildagangankamusemuakesaya.
Pedagang :ApakahsayaharusmembayaruangdagangansayakeAnda,
jikasayamembayaruanghasildagangansaya, makaanakdanistrisayamakanapa ?”
Preman :”ituurusan mu!!! Bukanurusanku (sambiltertawaberbahak-bahak)
Pedagang :”Jikaandainginmengejekkeluargasaya, makanjanganlahsepertiinicaranya”,
Preman :”Emangkalausayamengejekkeluargakamu,
kamumaungelawansaya ?”
Pedagang :”sayatidaksukakekerasan,
lebihbaiksayatidakberjualan di desasebrang”.
Preman :”YA! Baguskalaukamumaupergi,
pergisajadarijembatanini, jualanlah di tampat lain”.
Pedagang :”YasayajugatidakinginmelihattampangPremansepertianda
yang Sokberpenguasa” (jawabdaripedagangbaksoitu)
Lalupedagangbaksoitupergidengangerobakbaksonya,
danmeninggalkanPremanitudengan rasa kesal.
0 ulasan:
Catat Ulasan