Sabtu, 11 Oktober 2014



TINGGINYA HARGA BBM SUBSIDI ATAU NON SUBSIDI
Tingginya disparitas harga antara BBM subsidi dengan non subsidi telah membuat operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) asing gulung tikar. Dengan sebab kelangkaan SDA atau penyalagunaan BBM. Oleh kerena itu, dengan harga BBM yang semakin tinggi masyarakat menengah kesulitan mendapatkan BBM.

Penggusuran PKL Itu Melanggar Konstitusi
UUD 1945 pasal 27 ayat (2) sudah menegaskan: tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Namun, sampai sekarang ini, pemerintah masih gagal memenuhi amanat konstitusi itu.
Bahkan, sejak jaman orde baru hingga sekarang, pemerintah menjalankan model pembangunan yang berorientasi kapitalistik. Akibatnya, pembangunan tak menghasilkan kesejahteraan dan keadilan sosial. Sebaliknya, pembangunan justru menciptakan kesenjangan ekonomi yang luar biasa.
Salah satu konsekuensi dari model pembangunan neoliberal dalam satu dekade terakhir adalah meningkatnya pengangguran dan pergeseran ekonomi kepada perkembangan sektor informal. Catatan resmi menyebutkan, jumlah sektor informal saat ini mencapai 70% dari angkatan kerja. Tak heran, sektor informal menjadi tulang-punggung ekonomi nasional saat ini.
Kontribusi sektor informal pun jangan dianggap enteng. BPS mencatat, sektor informal menyumbang 56% dari total Produk Domestik Bruto (PDB). Sektor informal juga berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja. Mereka juga menjadi penyumbang bagi pendapatan daerah.
Kerjasama Ekonomi Antar Negara

  Masalah ekonomi antar negara sangat berperan penting, termasuk pada tingkat kemajuan dan perkembangan suatu negara sangat dipengaruhi oleh penguasaan sumber daya ekonomi dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat maka dari itu perlu adanya kerjasama ekonomi antar negara.
  Dalam hal tersebut, kerjasama ini perlu dilaksanakan dan banyak hal yang dijadikan alasan untuk mesti dikembangkan karena, adanya tuntutan era globalisasi. Keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara , keinginan membuka kerjasama , hubungan , politik dan dukungan dari negara lain , perbedaan sumber daya alam , iklim dan sosial budaya , terbatasnya kemampuan negara dalam memproduksi barang dan jasa , serta saling mengisi kekurangan dan kebutuhan di


Peran dan Manfaat WTO

Globalisasi memberikan dampak berupa perubahan pada pasar internasional, salah satunya adalah liberalisasi perdagangan, yang dipandang sebagai suatu upaya untuk meningkatkan daya saing ekonomi.
Indonesia yang menganut perekonomian terbuka sangat sulit untuk mengelak dari dinamika ekonomi internasional yang semakin mengglobal ini. Konsekuensinya, pasar domestik Indonesia tidak terlepas dari gejolak pasar dunia yang semakin liberal, karena kebijakan unilateral dan ratifikasi kerjasama perdagangan internasional (regional dan global) yang harus dilakukan Indonesia.


 Pecahnya Koalisi Antar Partai
Pemilu di Indonesia saat ini sedang berada di ujung tanduk karena pecahnya koalisi antar partai dikarenakan mereka teguh mendukung  para capres.
Banyaknya para partai politik yang berbeda pendapat karena mereka saling mendukung salah satu capres.

Isnin, 6 Oktober 2014



Bahan Bakar Minyak di Indonesia Semakin Menipis

            Bahan bakar minyak di Indonesia semakin menipis, di daerah Jawa banyak truk dan motor yang mengantri karena kurangnya bahan bakar minyak. Masyarakat Indonesia terpaksa mengantri untuk membeli BBM bersubsidi. Karena produksi BBM dalam negeri masih kurang, lebih baik


PENOLAKAN REKLAMASI DI BALI


            Adanya rencana reklamasi di Bali membuat masyarakat di Bali serentak menolak hal tersebut, masyarakat Bali berpendapat, bahwa reklamasi itu akan hanya membuat kondisi pulau Bali semakin memburuk. Tujuan dari reklamasi tersebut adalah meratakan hutan Mangrove di serangan.
            Hal ini akan membuat hilangnya populasi hutan Mangrove di Bali, apabila reklamasi tersebut tetap dilakukan abrasi di pantai serangan juga akan semakin meningkat. Disamping itu hutan