Isnin, 1 September 2014

DIALOG ANEKDOT
TANDA ORANG PINTAR 
Bu guru           : “anak-anak tanda orang pintar apa?” guru bertanya 
Murid              : “rajin baca dan nulis, bu!!!” jawab anak anak 
Bu guru           : “bagus-bagus” puji guru 
Amir                : “rajin nyontek bu” jawab amir 
Bu guru           : “lah kok, gitu mir” tegur guru 
Amir                : “buktinya kita nyontek buat kapal, ahirnya kita pintar buat kapal” betulkan, bu” 
Bu guru           : “betul juga, kamu mir” jadi anak anak rajinlah nyontek” guru berkata 
Murid              : “asiiiik, besok ulangan kita bisa nyotek” jawab anak anak         gembira. 
Bu guru           :“bukan, yang model itu” seru guru sambil megang jidat. 


PUISI ANEKDOT
Masih adakah hati yang berisi?
ketika logika sudah berbau terasi
ketika nurani kian ter-erosi
di kilatan hujan pesona yang tidak kunjung bas

Nama : Kadek Ari Haristana
No. Absen  : 10
Kelas : X TIK
Nama   : Kadek Susi Sutamiasih
No                   : 33
Kelas               : X. T.I.K

                        Anekdot

Ani:
Hai, ada apa ini? Kok tumben kalian pada gerumpi didepan rumah akau..  nggak manggil aku lagi?!

Nani:
Aku tadinya sih mau manggil kamu, tapi kamunya aja yang sudah keburu nongol. Nggak ada acara kamu hari ini, An?

Ani:
Nggak ada tuh.. emang mau ngajak kemana kok kayaknya mau ngajak aku jalan gitu?

Nani:
Nggak kok, aku cuman nanya aja.. ya, sapa tahu aja kamu mau kemana gitu, kan biasanya kamu padat acara.

Ani:
Nggak ada kok, hari ini aku stay dirumah aja.

Tiba-tiba Jordi menyampaikan idenya kepada teman-temannya untuk ngejahilin Lela yang biasanya lewat didepan rumah Ani.

Jordi:
Eh teman-teman, aku ada ide nih!

Dendi:
Ide apaan tu?

Jordi:
Bisanya jam sgini kan Lela pasti lewat sini, gimana kalau kita kerjain dia. Setuju nggak kalian?

Dendi:
Ngerjain Lela?! Ah.. kamu ini jahat amat sih jadi orang!

Ani:
Iya tuh.. kenapa sih dari dulu kamu tuh nggak pernah berubah, Di. Dari dulu kerjaannya pengen ngejahilin orang terus!

Jordi:
Biarin.. kan itu emang hobiku.

Nani berusaha untuk menyadarkan Jordi yang diusianya sudah menginjak 17 tahun, tapi sikapnya masih saja seperti anak-anak.

Nani:
Jordi, kamu tu kan udah dewasa, mestinya tabiat buruk yang selama ini melekat pada diri kamu itu sudah beransur menghilang, ini nggak malah sepertinya makin menjadi.

Ani:
Tuh.. dengerin kata si Nani, harusnya kamu tuh bisa bersikap lebih dewasa, dan kebiasaan kamu yang suka ngejahilin orang itu sedikit demi sedikut harus kamu hilangin.

Karena Jordi anaknya memang keras kepala dan suka menganggu orang lain, maka dia tidak mengedahkan nasehat teman-temannya.

Jordi:
Ah,,, masa bodoh kalian!

Melihat sikap si Jordi yang tidak juga sadar diri tentang kebiasaan buruknya, Dendi pun berusaha menyadarkan Jordi.

Dendi:
Iseng itu emang boleh aja sih, Jordi. Tapi, kalau berlebihan kan nggak baik juga. Lela tu anaknya baik dan pendiam, terus kenapa tega amat kamu mau ngerjain dia. Emang salah dia apa?

Ani:
Bener banget apa yang Dendi bilang. Justru kalau aku pas ngelihat Lela itu yang ada dihati ini malah rasa hiba.

Jordi:
Iba? Emang kenapa kok harus ngerasa iba?

Ani:
Lela itu kan sudah nggak punya Ibu. Dia sehar-hari menghabiskan waktunya untuk membantu ayahnya dagangan di pasar.

Jordi baru tahu kalau ternyata Lela sudah tidak memiliki ibu. Mendengar kabar tersebut, keinginan Jordi untuk menjahili Lela pun pupus.

Jordi:
Oh.. begitu ya.. kasihan ya si Lela! Ya sudah deh, aku janji nggak bakalan ngejahilin atau ngerjain Lela lagi.

Nani:
Bagus itu, tapi jangan hanya sama Lela dong! Sama siapapun kamu nggak boleh bersikap jahil. Itu kan perbuatan dosa.

Ani:
Bener itu!

Jordi:
Ah.. kalian dikit-dikit dosa!

Semenjak itu, Jordi sudah tidak pernah menganggu Lela lagi, namun perangai buruknya masih saja tidak berubah. Jordi sering membuat onar dikampungnya dan juga disekolahan.



Nyanyian Sahabat

persahabatan adalah hidup
ia mengalir di darahku
bergetar di nadiku
berirama dengan tiap detak jantung

persahabatan adalah kokoh
setegar batu karang
seperti tembok cina
meski raga tumbang
ia akan selalu tegak dalam dada yang memendam langit

nyanyian ini untukmu kawan

untuk setiap gelas yang tak sempat kau teguk
untuk kebahagiaan yang belum lama kau rasakan
dari luka yang panjang

nyanyian ini untukmu kawan

untuk setiap langkah yang kau jejakkan
pada jalan-jalan takdir yang menggurat di telapak kaki
untuk kebersamaan kita di detik terakhir
dan untuk semua kebisingan ini

persahabatan adalah nyanyian
ia mengaun dalam setiap desah nafasku



Nama   : Desak Putu Mirayani
No                   : 24
Kelas   : X. T.I.K
·         Dialog Anekdot
Suasana Kelas
   Pada suatu hari, di kelas. Seorang Guru sedang menjelaskan materi pelajaran di kelas. Namun sayang, beberapa murid di kelas tidak menghiraukannya.
Guru                            : “Tolong  dengarkan materi yang di bahas! Riskiiiiii!!!”
Riski                            : “Iyaa.. Buk.”
Guru                            : “Jelaskan kembali materi yang tadi di bahas!”
Riski                            : “Aku sayang kamu!!!”
Para Murid                  : “iiiiiiiiiiiiiiiiihhhhhhhhhhhh!!!”
Guru                            : “Apa yang kamu katakan???”
Riski                            : “Saya kangen seseorang buk.”
Guru                            : “Ibuk sedang membahas materi,  berdiri di depan!!!”
Para Murid                  : “Uuuuuuuuuuuuu!!!”
   Suasana kelas ribut karena seorang siswa. Suasana pun kembali tenang setelah siswa tersebut d hukum.

·         Puisi Anekdot
CINTA

 Cinta itu ibarat sebuah anak panah
Sekali ia terlepas , ia akan menancap dimana saja
Tidak tanganmu atau tanganku yang mampu menancapkannya
Dia akan tetap disana , dan waktu takkan membuatnya berkarat
           
Kadang cinta tidak  sepaham dengan logika
            Memilih waktu dan orang yang tepat
            Kata orang cinta itu tidak memiliki mata
            Tetapi semua orang mempunyai mata

Bersama dengan dirimu
Akan kualami rasa bahagia
Walaupun pasti lebih banyak rasa pahitnya
           
Memang cinta tak bermata
            Hebatnya cinta bisa butakan siapa saja
            Cinta memang tak peduli rasa
                        Semuanya bisa jatuh cinta



irfan datang bertandang pada sepupunya yang bernama Allan, ia berdomisili di sebuah kota. Suatu pagi yang lengang irfan diajak cari sarapan, mereka naik mobil, tentu Allan yang nyopir. Di perempatan jalan, waduh…, lampu merah menyala, tapi Allan melaju terus, maka itu irfan menegor sepupunya itu.
irfan : Lampu merah, mengapa engkau melaju terus?!
Allan : Alah…, tenang aja, di Negeri ini aku bisa bikin Undang-undang kok…!, jawabnya santai..
irfan : Bagaimana bisa?!, bukankah yang membuat Undang-undang itu DPR plus Pemerintah?!
Allan : (Meminggirkan mobilnya)
irfan : Mengapa meminggir?!
Allan : Mau menjawab pertanyaanmu!!, jawabnya ketus.
irfan : Mengapa harus meminggir?!
Allan : (Mobil dihentikan, lalu dirogoh saku celananya serta diambil dompetnya yang tebal itu dan ditaruhnya di depan irfan seraya berkata): Ini jawabannya!! Sambil menancapkan gas…
irfan : Oh…!!!


Teks Anekdot

Empat calon ayah mondar mandir di ruang tunggu rumah sakitv , sementara istri mereka melahirkan.  Perawat masuk dan member tahu calon ayah pertama “selamat, anda adalah ayah dari anak kembar”. “wah kebetulan iya”  pria itu menjawab. Beberapa saat kemudian sang perawat kembali dan membertahu orang kedua “kamu adalah ayah dari kembar 3”. “wow, itu benar benar sebuah kebetulan yang luar biasa” jawabnya. “saya bekerja untuk 3M Corporation”. 1 jam kemudian, perawat mengatakan pada ketiga yang istrinya baru saja melahirkan kembar 4.  Orang itu berkata “saya tidak percaya! Saya bekerja untuk 4 musim. Kebetulan yang sangat luar biasa!” Setelah mendengar hal ini, perhatian semua orang terjutu pada orang keempat yang baru saja pingsan. Setelah mulai siuman, orang itu berbisik. “aku seharusnya tidak pernah mengambil pekerjaan yang di computer.2000!”


Puisi

Negeriku negeri yang kaya
Kaya akan sampah dunia
Tercemar ke segala penjuru dunia
Mulai gerak gerik busuk
Dari setiap kata yang terucap
Setiap janji yang tekoar
Negeriku negeri kaya

Kaya akan kebohongn…
PANGGUNG SANDIWARA

Aku hanyalah sebagian penonton dari acara itu
Sebuah acara yang mungkin hanya ada di negeriku
Cerita kenyataan yang dipenuhi sandiwara
Dengan lakon para pejabat negara

Inilah aku rakyat jelata yang selalu dibodohi cerita sandiwara
Begitu manis dan lembutnya sampai semua tak tersadar
Inilah negeriku yang katanya tanah surga
Ya, surganya bagi para pelaku sandiwara
Menghabiskan semua isi surga dengan kata manisnya

Mungkin air mata ibu pertiwi benar-benar kering
Tak henti-hentinya menangis
Melihat anak-anaknya berebut mainan
Sebuah mainan yang bisa membuat mereka saling membunuh
yaitu kekuasaan


Inilah aku yang hanya bisa menatap sebuah cerita
Terus dan trus menjadi bodoh olehnya
Aku yang bodoh adalah surga baginya
Sampai mereka lelah menikmati isi surge


Lingkungan Sekolah.

Cerita lucu setelah liburan sekolah Cerita humor lucu ini dimulai ketika hari pertama masuk setelah libur panjang.
Ketika pelajaran dimulai,terjadi dialog antar ibu guru dan muridnya
Guru    :Anak anak,gimana perasaan kalian saat ini?
Murid  :senang bu!
Guru    :pertama2 ibu akan menanyakan kata2 bijak apa yg sering dikatakan bapamu?
Murid 1:Hidup ini harus kita "LANJUTKAN"!
Guru    : oooh,bapak kamu pasti anggota partai demokrat ya?
Murid 1: betul bu
Guru      : oh pantes,sekarang kamu!
Murid 2: kata bapak saya hidup ini harus kuat seperti "BANTENG"!
Guru     : ohhh ,pasti bapak kamu anggota partai PDIP
Murid 2: betul bu.
Guru     : pantes,sekarang lanjutkan lagi
Murid 3: kata bapa saya "Lebih Baik Memberi Daripada Diberi"
Guru    :wow,itu baru betul,bapak kamu pasti ustat/pendeta atau semacamnya ya?
Murid 3: bukan bu
Guru    : ooh,pasti bapak kamu seorang yg taat ibadahnya kan?
Murid 3: bukan bu
Guru     : pasti bapak kamu org yg baik dan suka bersosialisasi ya?
Murid 3:bukan juga bu
Guru (kesal!) :terus apa dong!
Murid 3: petinju bu





LUDAH YANG KERING
 
Lihatlah!
masih adakah hati yang berisi?
ketika logika sudah berbau terasi
ketika nurani kian ter-erosi..
di kilatan hujan pesona yang tidak kunjung basi

Lihatlah!
Dendang-an birokrat dan wakil berdasi..
penuh kegiatan sinetron mengejar kursi
Ketika tikus sibuk pesta korupsi
kucing justru giat pamer gusi...
terbuai diempuknya jok mercy

Lihatlah!
Gempita riuhnya demokrasi
menumbuhkan nurani yang semakin membesi
saat Rakyat butuh nasi..
namun justru di kremasi

Ah, sudahlah!
ini bukan Demonstrasi. .
ini juga bukan mosi...
ini hanyalah puisi...
dari yang hidup namun sesungguhnya mati!





Dialog Anekdot
NARASI
           
Pada suatu hari ada seorang guru yang baru selesai menerangkan dan ada satu murid yang bertanya

Andi: buk, “apakah 1 ditabah 1 sama dengan 11” ?
guru: bukan, tapi 1 tambah 1 sama dengan 2.
Andi: kata si anggan nya 1 tambah 1  sebelas bu!
Guru: angga, kenpa 1 ditambah 1 sebelas ?
Angga: emng sebelas kan bu ?

angga pun maju dan menulis di papan tulis angga sebelas

angga: tuu kan buu, 1 ditambah 1 sebelas bu!
Guru: angga – angga ! kamu ini masih kecil udah bodoh, apalagi besarnya !

Semua murid pun tertawa semuanya
Murid: HaHaHaHa.........

Dan si angga pun malu dan wajahnya mulai merah !








LUDAH YANG KERING
 
Lihatlah!
masih adakah hati yang berisi?
ketika logika sudah berbau terasi
ketika nurani kian ter-erosi..
di kilatan hujan pesona yang tidak kunjung basi

Lihatlah!
Dendang-an birokrat dan wakil berdasi..
penuh kegiatan sinetron mengejar kursi
Ketika tikus sibuk pesta korupsi
kucing justru giat pamer gusi...
terbuai diempuknya jok mercy


Puisi Anekdot
Kau sangat manis.
Manismu seperti madu.
Kau begitu indah.
Indahmu seperti bunga.
Bunga-bunga di taman.
Sangat bau harumnya.
Tapi sayang tak sebau rambutmu.


DIALOG ANEKDOT
Suatu saat di pulau yang luas, ada hutan yang memenuhi pulau itu mencapai 85% dari tanah pulau itu. Suasananya selalu sejuk dan segar karena juga jarang ada kendaraan bermotor. Suatu saat ada perusahaan yang mengklaim tanah sebesar 20 % dari hutan tersebut. Perusahaan itu ternyata bersaing pada pesaing lainya yang terlah mengusai banyak hutan di pulau lain. Lalu ada sebuh perusahaan yang baru dibangun 1 bulan yang lalu . Ia mengklaim jika 62% hutan tersebut adalah miliknya. Ia bertentang dengan perusahaan besar tersebut. Karena pusahaan kecil itu telah menginvestasikan 95% hasil perusahaanya, ia menang atas perusahaan besar tersebut. Perusahan kecil itu langsung menebang hutan dengan tanpa reboisasi. Pulau itu pun lebih terasa panas. Penduduk pun protes kepada pemerintah yang diam saja. Pemerintah pun mengusir perusahaan tersebut. Namun perusahaan menolak dan mengadu ke lembaga  hukum.
Si pemilik perusahaan: “Saya menuntut pemerintah karena semena mena mengusir.”
Pemerintah: “Lho saya kan pemilik negara ini, kenapa saya disalahkan?.”
Manager: “Kan anda yang semena mena.”
Pemerintah : “Lho, kamu sendiri yang menebang pohon sembarangan, apa juga tidak semena mena?.”
Manager : “I.. iya .iya sih tetapi kan pengusiran lebih kejam.”

       I.            Puisi (Anekdot)
Kau bagai matahari yang bersinar slalu
Kau menginsfirasi dan memberi ketenangan
Kaulah pelita dan pelipur lara
Hanya engkau ibuku tercinta
    II.            Dialog (Teks anekdot)
Pada suatu hari di kelas di SMA Suka Putra  seorang guru sedang mengabsen anak anak muridnya sebelum memulai pembelajaran.
Bu Guru     : Andi?
Andi           : Hadir bu !
Bu Guru     : Ani ?
Ani          : Hadir ibu !
Bu Guru     :  Anton ?
Murid-murid: Gak tau bu,masih diluar kayaknya. (tiba-tiba Anton pun masuk ke kelas)
Bu Guru     : Anton habis dari mana saja kamu?
Anton            : Maaf bu, tadi saya habis makan di warung depan sekolah.  


Hidup

Dulukuberfikirkauhanyalah
Orang biasa
Yang hanyabisamarah-marah
Dan hanyabisabanyakbicaratapiakusadar
Bahwakaubukanlah orang biasa
Tetapikauadalahseorangpahlawantanpajasa
Yang mengajarikuapaartihidupini
Yang memberitahukuuntukapaakuhidup di duniainikautidakpernahberhentiberfikir
Berfikirbagaimanacara
Untukbisamembuatkupandai
Untukbisamembuatkumengerti
Dan untukbisamembuatkusukseskautidakpernahberhentiberusaha
Walaupun di hina
Walaupun di cela



Asap beracun
 


Apa yang kau rasa
Panas,sesak yang kau rasa
Entah apa yg terjadi
Kabut beracun disana-sini

               Malangnya lingkungan ini
               Kini telah teracuni
               Aku tak tau lagi apa yang terjadi nanti
               Apa semua akan mati


Ide       : imajinasi sendiri
Inspirasi : imajinasi sendiri


Teks anekdot
“Pejabat dan Petani”

Pada suatu hari disuatu desa yang bernama Desa Suka Duka , ada seorang pemuda yang bernama Joko , dan seorang pejabat desa yang bernama Bowo. Mereka bersaing merebut kursi kepala desa dalam pemilihan kepada desa di desa Suka Duka tersebut. Joko ini adalah seorang petani yang sederhana , dan memiliki keluarga yang harmonis , sedangkan Bowo ini adalah seorang pejabat lama yang sudah akan pensiun namun ia masih ingin berkuasa. Bowo ini memiliki rumah mewah yang berbeda dengan warga desa lainnya , mobil mewah , dan gaya hidup yang mahal. Awal cerita dimulai saat Joko dan Bowo bertemu di balai desa untuk mendaftarkan diri untuk menjadi calon kepala desa.
Bowo  : “Hai Joko , ternyata kau mencalonkan diri menjadi kepala desa juga ya ?”
Joko    : ”Ohh iya , aku hanya ingin membawa desa ini lebih maju , sejahtera , dan lebih memunculkan potensi desa kita , tidak seperti kepala desa yang lama itu , kerjanya hanya tidur saja …”


Top of Form

Nama: Stefanus Bambang P.
Kelas: X TIK
No     : 31


Negri  terang dan gelap.

Negriku negri hukum
Keadilan di tegakkan dimana-mana
Para tuan yang memakai jubah yang berwarna
Memukul palu ke meja sebagai pemutusan
Tak ada yang bisa menggugat keputusannya
Yang bengkok di luruskan, yang lurus dibenkokan
Begitulah peradilanku
Peradilan yang paling adil dari semua peradilan yang ada…


Gelap tidak dapat di satukan dengan terang.

Terimakasih yang sudah membaca nya. Yang mengasih nilai dan mengkritik.


Nama : Stefanus Bambang P.

Kelas : X TIK
No      :31

Bersama teman lama.
Pada suatu hari Stefan dengan prima. Sedang bermain playstation (PS).
Stefan: Hai… Prima.
Prima: Hai… kamu main berapa jam.
Stefan: Aku main 2 jam. Kalo kamu…
Prima: main 1 jam aja.


LUDAH YANG KERING
Lihatlah
Masih adakah hati yang berisi ?
Ketika logika sudah berbau terasi
Ketika nurani kian tererosi
Di kilatan hujan pesona yang tak kunjung basi

Lihatlah
Dendangan birokrat dan wakil berdasi
Penuh kegiatan sinetron mengejar kursi
Ketika tikus sibuk pesta korupsi


NARASI
           
Pada suatu hari ada seorang guru yang baru selesai menerangkan dan ada satu murid yang bertanya

Andi: buk, “apakah 1 ditabah 1 sama dengan 11” ?
guru: bukan, tapi 1 tambah 1 sama dengan 2.
Andi: kata si anggan nya 1 tambah 1  sebelas bu!
Guru: angga, kenpa 1 ditambah 1 sebelas ?
Angga: emng sebelas kan bu ?



PUISI TEXT ANEKDOT
Judul:SANDAL
Aku selalu setia menemani tiap langkahmu
Aku selalu teguh menopang berat tubuhmu
Aku selalu tabah kalau kau tak memerlukanku
Tak peduli kuterbuang, terbalik, atau terjepit kaki lemari
Karena aku adalah sandalmu sejati
Judul:PERHATIAN
Aku Cowok,dia cewek
Aku mengenalnya,dia mengenalku
Aku naksir padanya dan bertanya
“Maukah kamu jadi calon istriku?”
Dia mengangguk tanda setuju
“Tapi ada syaratnya,”kata dia



PUISI:
KORUPTOR
Indonesiaku……
Dulu engkau negri yang sangat kaya seperti sebuah surga
Tetapi itu hanya kenangan di dalam hati bangsa ini
Karena kekayaaanmu hanyalah kenangan belaka yang tidak bearti

Koruptor-koruptor itu sedang menikmati uang Negara
Mereka sangat rakus seperti tikus-tikus yang lepas berkeliaran
Meskipun satu di tangkap muncul lagi yang baru
Karoptor-karoptor ini seperti hama  yang muncul tiada akhir