Nama:
Stefanus Bambang P.
Kelas:
X TIK
No : 31
Negri terang
dan gelap.
Negriku
negri hukum
Keadilan
di tegakkan dimana-mana
Para
tuan yang memakai jubah yang berwarna
Memukul
palu ke meja sebagai pemutusan
Tak
ada yang bisa menggugat keputusannya
Yang
bengkok di luruskan, yang lurus dibenkokan
Begitulah
peradilanku
Peradilan
yang paling adil dari semua peradilan yang ada…
Gelap tidak dapat di satukan dengan terang.
Terimakasih yang sudah membaca nya. Yang mengasih
nilai dan mengkritik.
Nama : Stefanus Bambang P.
Kelas : X TIK
No :31
Bersama teman lama.
Pada suatu hari Stefan dengan prima. Sedang bermain
playstation (PS).
Stefan: Hai…
Prima.
Prima: Hai… kamu
main berapa jam.
Stefan: Aku main
2 jam. Kalo kamu…
Prima dan Stefan lagi ke asikan main playstation
(PS).
Prima : Stefan
aku mau pulang ni lagi mendung cuaca nya…
Stefan: iya…
yaudah gak apa apa duluan aja. Aku main terus.
Prima: o0o ya.
Duluan ya
Stefan: ya.
Stefan sedang
bermain ps. Sepertinya dia terlalu kecanduan dalam bermain playstation.
Lalu suara petir
menyambar dan terdengar kencang sekali Stefan kaget mendengar nya.
Stefan: wih… kayak nya hujan mau turun deras ni.
(Stefan bergegas pulang)
Stefan: (menaiki spedah nya dan menggoes sangat
kencang).
Stefan: Lalu di tengah jalan hujan turun sangat
deras. Ia terlalu susah melihat jalan karna hujan sangat
Deras.
Stefan: Lalu Stefan melihat kotoran sapi di jalan
dia menghindari nya. Tapi sayangnya ia terjatuh dan
Menabrak
batu yang sangat besar dan tinggi. Luka sangat parah,kepala nya berdarah.
Terimakasih yang
sudah membaca drama teks anekdot ini. Terutama kepada Bu Nari yang sudah
membaca dan menilai hasil karya Stefanus Bambang P. Mudah mudahan ini
sangat bagus menurut
Ibu yang membaca
nya.
0 ulasan:
Catat Ulasan