Isnin, 1 September 2014

LUDAH YANG KERING
 
Lihatlah!
masih adakah hati yang berisi?
ketika logika sudah berbau terasi
ketika nurani kian ter-erosi..
di kilatan hujan pesona yang tidak kunjung basi

Lihatlah!
Dendang-an birokrat dan wakil berdasi..
penuh kegiatan sinetron mengejar kursi
Ketika tikus sibuk pesta korupsi
kucing justru giat pamer gusi...
terbuai diempuknya jok mercy

Lihatlah!
Gempita riuhnya demokrasi
menumbuhkan nurani yang semakin membesi
saat Rakyat butuh nasi..
namun justru di kremasi

Ah, sudahlah!
ini bukan Demonstrasi. .
ini juga bukan mosi...
ini hanyalah puisi...
dari yang hidup namun sesungguhnya mati!





Dialog Anekdot
NARASI
           
Pada suatu hari ada seorang guru yang baru selesai menerangkan dan ada satu murid yang bertanya

Andi: buk, “apakah 1 ditabah 1 sama dengan 11” ?
guru: bukan, tapi 1 tambah 1 sama dengan 2.
Andi: kata si anggan nya 1 tambah 1  sebelas bu!
Guru: angga, kenpa 1 ditambah 1 sebelas ?
Angga: emng sebelas kan bu ?

angga pun maju dan menulis di papan tulis angga sebelas

angga: tuu kan buu, 1 ditambah 1 sebelas bu!
Guru: angga – angga ! kamu ini masih kecil udah bodoh, apalagi besarnya !

Semua murid pun tertawa semuanya
Murid: HaHaHaHa.........

Dan si angga pun malu dan wajahnya mulai merah !






0 ulasan:

Catat Ulasan