LUDAH
YANG KERING
Lihatlah!
masih adakah hati yang berisi?
ketika logika sudah berbau terasi
ketika nurani kian ter-erosi..
di kilatan hujan pesona yang tidak kunjung basi
Lihatlah!
Dendang-an birokrat dan wakil berdasi..
penuh kegiatan sinetron mengejar kursi
Ketika tikus sibuk pesta korupsi
kucing justru giat pamer gusi...
terbuai diempuknya jok mercy
Lihatlah!
Gempita riuhnya demokrasi
menumbuhkan nurani yang semakin membesi
saat Rakyat butuh nasi..
namun justru di kremasi
Ah, sudahlah!
ini bukan Demonstrasi. .
ini juga bukan mosi...
ini hanyalah puisi...
dari yang hidup namun sesungguhnya mati!
masih adakah hati yang berisi?
ketika logika sudah berbau terasi
ketika nurani kian ter-erosi..
di kilatan hujan pesona yang tidak kunjung basi
Lihatlah!
Dendang-an birokrat dan wakil berdasi..
penuh kegiatan sinetron mengejar kursi
Ketika tikus sibuk pesta korupsi
kucing justru giat pamer gusi...
terbuai diempuknya jok mercy
Lihatlah!
Gempita riuhnya demokrasi
menumbuhkan nurani yang semakin membesi
saat Rakyat butuh nasi..
namun justru di kremasi
Ah, sudahlah!
ini bukan Demonstrasi. .
ini juga bukan mosi...
ini hanyalah puisi...
dari yang hidup namun sesungguhnya mati!
Dialog Anekdot
NARASI
Pada suatu hari ada
seorang guru yang baru selesai menerangkan dan ada satu murid yang bertanya
Andi: buk, “apakah 1 ditabah
1 sama dengan 11” ?
guru: bukan, tapi 1 tambah 1 sama dengan 2.
guru: bukan, tapi 1 tambah 1 sama dengan 2.
Andi: kata si anggan
nya 1 tambah 1 sebelas bu!
Guru: angga, kenpa 1
ditambah 1 sebelas ?
Angga: emng sebelas kan
bu ?
angga pun maju dan
menulis di papan tulis angga sebelas
angga: tuu kan buu, 1
ditambah 1 sebelas bu!
Guru: angga – angga !
kamu ini masih kecil udah bodoh, apalagi besarnya !
Semua murid pun tertawa
semuanya
Murid:
HaHaHaHa.........
Dan si angga pun malu
dan wajahnya mulai merah !
0 ulasan:
Catat Ulasan