Hidup
Dulukuberfikirkauhanyalah
Orang biasa
Yang hanyabisamarah-marah
Dan hanyabisabanyakbicaratapiakusadar
Bahwakaubukanlah orang biasa
Tetapikauadalahseorangpahlawantanpajasa
Yang mengajarikuapaartihidupini
Yang memberitahukuuntukapaakuhidup di duniainikautidakpernahberhentiberfikir
Berfikirbagaimanacara
Untukbisamembuatkupandai
Untukbisamembuatkumengerti
Dan untukbisamembuatkusukseskautidakpernahberhentiberusaha
Walaupun di hina
Walaupun di cela
Kautetapteguhdansabarmengajarikujasa mu megitubesarterhadadnegeriini
Jasa mu begitubanyakuntuknegaraininamun
Apalahdayaku
Akutakdapatmembalassemuajasamu
Tetapi
Akuhanyaabisaberterimakasihpadamu
Jasa mu akanselalukukenang
Kaulahsegalanyabagiku
Dulukuberfikirkauhanyalah
Orang biasa
Yang hanyabisamarah-marah
Dan hanyabisabanyakbicaratapiakusadar
Bahwakaubukanlah orang biasa
Tetapikauadalahseorangpahlawantanpajasa
Yang mengajarikuapaartihidupini
Yang memberitahukuuntukapaakuhidup di duniainikautidakpernahberhentiberfikir
Berfikirbagaimanacara
Untukbisamembuatkupandai
Untukbisamembuatkumengerti
Dan untukbisamembuatkusukseskautidakpernahberhentiberusaha
Walaupun di hina
Walaupun di cela
Kautetapteguhdansabarmengajarikujasa mu megitubesarterhadadnegeriini
Jasa mu begitubanyakuntuknegaraininamun
Apalahdayaku
Akutakdapatmembalassemuajasamu
Tetapi
Akuhanyaabisaberterimakasihpadamu
Jasa mu akanselalukukenang
Kaulahsegalanyabagiku
Inspirasi : Dari
sebuah cerita fiktif belaka.
Ide : Pikiran atau karangan sendiri.
Ide : Pikiran atau karangan sendiri.
Teks
Anekdot
Penguasa Yang Serakah
Penguasa Yang Serakah
Pada suatu hari di sebuah kampung,
ada seorang Penguasa Kampung yang serakah dan sering berbuat jahat. Waktu hari
ituPenguasa Kampung bertemu dengan seorang Pedagang. Awal cerita saat Pedagang
itu bertemu Penguasa Kampung di seberang jalan.
Penguasa Kampung : “Hei, kamu
yang berbaju hitam ada apa gerangan kau melewati batas wilayah desa ini padahal
kamu adalah masyarakat desa sebelah”.
Pedagang :
“Hamba hanya ingin menjual dagangan hamba ke kampung sebelah ini untuk mencari
penghasilan tambahan”.
Penguasa Kampung
: “Tidak boleh, ini wilayah saya!!!”.
“Jika kamu mau melewati batas desa ini, kamu harus membayar hasil daganganmu ke
saya”.
Pedagang :
“Apakah hamba harus membayar uang dagangan hamba ke Tuan, jika hamba membayar
uang hasil berdagang hamba, anak dan istri saya dirumah makan apa?”.
Penguasa Kampung : “Makan batu
aja!!! (sambil tertawa)”.
Pedagang :
“Jika Tuan ingin mengejek keluarga hamba, tolong jangan sebutkan istri dan anak
hamba”.
Penguasa Kampung : “Kalau saya
mengejek keluarga anda, kamu mau melawan saya???”.
Pedagang :
“Hamba tidak suka berkelahi, lebih baik hamba tidak berjualan di daerah ini”.
Penguasa Kampung
: “Ya Bagus, lebih baik kamu pergi saja
dari daerahku ini, jualanlah kembali kamu sana di kampungmu sendiri.
Pedagang :
“Ya hamba juga tidak ingin melihat orang seperti Tuan yang sifatnya serakah”.
Lalu
pedagang itu pergi dengan amarah yang besar, lalu pedagang itu melemparkan
botol berisi air tepat di kepala penguasa kampung.
0 ulasan:
Catat Ulasan